Pada Sabtu, 28 Juni 2025, wilayah Sukabumi, Bogor, hingga Depok di Jawa Barat mengalami pemadaman listrik selama lebih dari empat jam. Listrik mulai padam sekitar pukul 11.40 WIB dan baru menyala kembali sekitar pukul 15.30 WIB. Pemadaman ini memicu kekecewaan di kalangan masyarakat karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Banyak warga yang meluapkan rasa kesalnya melalui media sosial.
Salah satu unggahan warganet berbunyi: “Bayar listrik lancar… giliran matiin listrik seenaknya aja.” Keluhan tersebut menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan serta kurangnya komunikasi dari penyedia layanan listrik.
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat memberikan penjelasan singkat melalui pesan berantai bahwa gangguan sistem kelistrikan sedang dalam proses investigasi. Nurmalitasari, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat, menyatakan bahwa pasokan listrik terhenti akibat gangguan teknis yang masih diselidiki lebih lanjut. Meski belum dikonfirmasi secara resmi, informasi yang beredar menyebutkan bahwa gangguan terjadi pada transmisi listrik 150 kilovolt (kV), yang memengaruhi pasokan listrik di wilayah Bogor, GPI, Depok, dan Sukabumi. Informasi ini menyebar luas melalui grup WhatsApp dan platform media sosial.
Tips Menghadapi Pemadaman Listrik
Kejadian pemadaman listrik seperti ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan membahayakan bagi mereka yang bergantung pada alat medis elektronik. Untuk itu, penting bagi setiap keluarga untuk memiliki persiapan darurat. Berikut adalah beberapa langkah antisipatif yang bisa dilakukan saat listrik tiba-tiba padam:
-
Sediakan senter dan baterai cadangan
Simpan senter dan baterai dalam kondisi siap pakai di tempat yang mudah dijangkau. Hindari penggunaan lilin sebagai sumber penerangan karena berisiko memicu kebakaran. -
Pastikan ponsel dan power bank selalu terisi
Ponsel menjadi alat komunikasi utama saat listrik padam. Siapkan power bank dengan daya terisi penuh agar tetap bisa terhubung dengan keluarga atau layanan darurat. -
Lindungi isi kulkas dan freezer
Jika listrik padam, jangan sering membuka pintu kulkas. Makanan di dalam kulkas bisa bertahan hingga 4 jam, sedangkan freezer bisa bertahan hingga 48 jam jika penuh dan pintunya tertutup rapat. -
Simpan makanan yang tidak perlu dimasak
Persiapkan stok makanan siap saji atau kaleng yang bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak. -
Matikan peralatan elektronik yang tidak digunakan
Untuk menghindari lonjakan arus listrik saat aliran kembali pulih, matikan peralatan seperti kompor listrik, setrika, atau televisi. -
Biarkan satu lampu menyala
Dengan membiarkan satu lampu menyala, Anda akan lebih mudah mengetahui kapan listrik telah kembali menyala. -
Siapkan air panas dalam termos
Air panas dalam termos bisa digunakan untuk membuat minuman hangat atau menjaga suhu tubuh jika cuaca dingin. -
Simpan selimut dan pakaian hangat
Jika pemadaman terjadi di malam hari, gunakan selimut dan pakaian tebal untuk menjaga kehangatan tubuh. -
Simpan data secara berkala
Bagi yang bekerja dari rumah, biasakan menyimpan dokumen penting secara rutin atau aktifkan fitur auto-save di perangkat kerja Anda. -
Isi penuh tangki kendaraan
Banyak SPBU tidak dapat beroperasi saat listrik padam. Pastikan tangki kendaraan Anda selalu terisi penuh untuk mengantisipasi situasi darurat.
Pemadaman listrik massal memang sulit diprediksi, namun dampaknya bisa diminimalkan dengan persiapan yang baik. Selain itu, diperlukan transparansi dan respons cepat dari pemerintah serta PLN dalam menangani gangguan semacam ini. Dengan meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap listrik untuk berbagai aktivitas—mulai dari komunikasi hingga layanan kesehatan—peristiwa seperti pada 28 Juni 2025 menjadi pengingat penting tentang pentingnya kesiapsiagaan setiap rumah tangga menghadapi situasi darurat.










